Untuk keperluan tumbuh kembang, anak tidak hanya perlu pemenuhan gizi, tetapi juga perhatian langsung dari orang tua. Perhatian sebaik apapun dari pengasuh tetap lebih baik dari orang tuanya. Perhatian dari orang tua membuat hubungan anak dengan orang tua sangat dekat.
Lebih-lebih jika anak sudah menginjak remaja, perhatian dari orang tua mutlak diperlukan. Janganlah anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa adanya perhatian dari orang tua.
Sayangnya banyak orang tua berpikir bahwa perhatian hanya perlu diberikan pada anak usia 0-5 tahun. Sementara remaja karena sudah mandiri tidak perlu mendapatkan perhatian lagi. Pendapat seperti itu salah. Remaja tetap sangat membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Namun bentuk perhatian itu tentu tidak sama seperti pada anak usia 0-5 tahun
Demikian juga cara mendidiknya. misalnya saja dari cara berkomunikasi, pasti berbeda dengan ketika mereka masih anak-anak. Remaja tidak senang jika ditanya dengan cara seperti seorang polisi menginterogasi tersangka. Hindarilah pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya menuduh. Bertanyalah dengan terus terang dan nada lembut serta kasih sayang.
Jika anak merasa nyaman berkomunikasi dengan orang tua, maka akan selalu merindukan dan mencari orang tuanya sebagai tempat untuk mencurahkan segala permasalahan. Sebaliknya jika orang tua bertindak sebagai polisi, maka anak akan mencari pihak ketiga untuk menumpahkan segala masalah dan kegundahan hatinya. jika ini terjadi, yang dikhawatirkan adalah jika pihak ketiga itu tidak mampu memberikan arahan yang baik, bisa membuat anak terjerumus kepada hal-hal yang tidak baik pula, nah akhinrya keluarga juga yang merugi bukan.
Mendengarkan pendapat anak merupakan cara yang bijaksana. Anak usia 14 tahun sudah mulai mempunyai harapan. Ajak anak berdiskusi dan beri pengarahan bagaimana merealisasikan harapan itu. Cara itu berarti telah pula mendidik anak terhadap pilihannya.
Dengan arahan yang tepat anak remaja akan mampu mandiri dan menjalani kehidupan dengan baik dan tentu juga dia akan tetap merindukan dan menyayangi kedua orangtua dan keluarganya.

0 komentar:
Posting Komentar